Tampilkan postingan dengan label Filsafat ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat ilmu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2015

Filsafat Ilmu - OTHER MIND

Filsafat Ilmu - OTHER MIND

Latar belakang:
Kita seringkali secara implisit – dengan tindakan kita, atau secara eksplisit –dengan ungkapan yang kita kemukakan, menyatakan bahwa kita tahu pikiran orang lain. Hal itu terjadi karena secara tidak sadar kita berasumsi bahwa pikiran orang lain itu sama seperti pikiran kita. Apakah memang demikian adanya?

***
Masalah:
Kerangka pikir:
What is it like to be a bat?” (Nagel 1974)
Kita melihat objek-objek di luar diri kita dengan cara menganalisis gelombang cahaya yang terfokus ke retina, yang kemudian distimulasikan ke otak dalam bentuk impuls-impuls elektrik. Hasilnya adalah stereoscopic vision.

Yang harus diingat di sini adalah bahwa kita tidak “melihat” neuron yang ditembakkan di otak, atau impuls elektrik yang mengalir, atau gelombang cahaya menyentuh retina.
  • walaupun kita tahu bahwa pengalaman terjadi hanya ketika ada aktivitas dari otak saya, tidak berarti bahwa pengalaman itu identik dengan aktivitas itu.
  • jelas bahwa saya tidak bisa tahu apa pun kesadaran dari dalam diri saya sendiri melalui analisis atas sistem yang diwujudkan oleh kesadaran saya.
  • saya tidak bisa menemukan tujuan perjalanan hanya dengan memeriksa cara kerja mesin motor yang sedang melakukan perjalanan.

Selasa, 28 April 2015

Persepsi, Ilusi dan Halusinasi

Persepsi, Ilusi dan Halusinasi

Halusinasi adalah gangguan pencerapan (persepsi) pasca indera tanpa adanyarangsangan dari luar yang dapat meliputi semua system penginderaan di mana terjadi pada saat kesadaran individu itu penuh / baik.

Halusinasi merupakan bentuk yang paling sering dari gangguan persepsi. Bentuk halusinasi ini bisa berupa suara-suara yang bising atau mendengung, tapi yang paling sering berupa kata-kata yang tersusun dalam bentuk kalimat yang agak sempurna. Biasanya kalimat tadi membicarakan mengenai keadaan pasien sedih atau yang dialamatkan pada pasien itu. Akibatnya pasien bisa bertengkar atau bicara dengan suara halusinasi itu. Bisa pula pasien terlihat seperti bersikap dalam mendengar atau bicara keras-keras seperti bila ia menjawab pertanyaan seseorang atau bibirnya bergerak-gerak. Kadang-kadang pasien menganggap halusinasi datang dari setiap tubuh atau diluar tubuhnya. Halusinasi ini kadang-kadang menyenangkan misalnya bersifat tiduran, ancaman dan lain-lain.

Perbedaan Halusinasi dengan Ilusi

Perbedaan Halusinasi dengan Ilusi

Secara mudah,
  • halusinasi adalah merasakan, mendengar, atau melihat sesuatu, padahal objek tersebut sebenarnya tidak ada. 
  • ilusi adalah merasakan, mendengar, atau melihat sesuatu, dan objek tersebut memang ada, namun dilihat dalam wujud yang berbeda.

Apabila seseorang mendengar suara-suara yang tidak didengar orang lain, itu bisa disebut halusinasi.
Namun jika seseorang mendengar suara yang secara persepsi berbeda namun berasal dari suatu sumber yang memang ada, itu disebut ilusi.

Omong-omong, halusinasi dengar termasuk salah satu tanda dari skizofrenia.
Skizofrenia itu penyakit psikologis untuk orang yang berkepribadian ganda, kayak ceita di novel Mr. Hyde and Dr. Jekyl. Kalo mau tau lebih dalam tentang skizofrenia, saya sarankan nonton Beautiful Mind.

Bagaimana SAYA TAHU bahwa saya tahu?

Bagaimana SAYA TAHU bahwa saya tahu?


Epistemologi atau teori mengenai pengetahuan adalah cabang ilmu filsafat yang memelajari hakikat dan ruang lingkup pengetahuan, pengandaian dan dasar pengetahuan, dan sejauh mana klaim-klaim kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan (D.W Hamlyn: 1972, hlm. 9). Demikianlah, studi mengenai pengetahuan dalam cabang filsafat ini biasanya difokuskan pada, pertama, hakikat pengetahuan itu sendiri. Mempersoalkan hakikat pengetahuan berkisar pada pertanyaan-pertanyaan seperti “apa yang dimaksud dengan mengatakan bahwa seseorang mengetahui atau gagal mengetahui sesuatu?” Pertanyaan ini sendiri langsung menyentuh persoalan bagaimana memahami apa itu pengetahuan dan membedakan kondisi-kondisi yang memungkinkan seseorang mengetahui sesuatu dari keadaan di mana seseorang tidak memiliki pengetahuan.

Filsafat ilmu Pengetahuan

Filsafat ilmu Pengetahuan

Filsafat dan Ilmu adalah dua kata yang saling berkaitan baik secarasubstansial maupun historis. Kelahiran suatu ilmu tidak dapatdipisahkan dari peranan filsafat, sebaliknya perkembangan ilmumemperkuat keberadaan filsafat.

Ilmu atau Sains merupakan komponen terbesar yang diajarkandalam semua strata pendidikan. Walaupun telah bertahun-tahunmempelajari ilmu, pengetahuan ilmiah tidak digunakan sebagaiacuan dalam kehidupan sehari-hari.

Ilmu dianggap sebagai hafalan saja, bukan sebagai pengetahuanyang mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksikan gejala alamuntuk kesejahteraan dan kenyamanan hidup. Kini ilmu telahtercerabut dari nilai luhur ilmu, yaitu untuk menyejahterakan umatmanusia. Bahkan tidak mustahil terjadi, ilmu dan teknologi menjadibencana bagi kehidupan manusia, seperti pemanasan global dandehumanisasi.