Tampilkan postingan dengan label Filsafat Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2015

Bagaimana SAYA TAHU bahwa saya tahu?

Bagaimana SAYA TAHU bahwa saya tahu?


Epistemologi atau teori mengenai pengetahuan adalah cabang ilmu filsafat yang memelajari hakikat dan ruang lingkup pengetahuan, pengandaian dan dasar pengetahuan, dan sejauh mana klaim-klaim kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan (D.W Hamlyn: 1972, hlm. 9). Demikianlah, studi mengenai pengetahuan dalam cabang filsafat ini biasanya difokuskan pada, pertama, hakikat pengetahuan itu sendiri. Mempersoalkan hakikat pengetahuan berkisar pada pertanyaan-pertanyaan seperti “apa yang dimaksud dengan mengatakan bahwa seseorang mengetahui atau gagal mengetahui sesuatu?” Pertanyaan ini sendiri langsung menyentuh persoalan bagaimana memahami apa itu pengetahuan dan membedakan kondisi-kondisi yang memungkinkan seseorang mengetahui sesuatu dari keadaan di mana seseorang tidak memiliki pengetahuan.

Filsafat ilmu Pengetahuan

Filsafat ilmu Pengetahuan

Filsafat dan Ilmu adalah dua kata yang saling berkaitan baik secarasubstansial maupun historis. Kelahiran suatu ilmu tidak dapatdipisahkan dari peranan filsafat, sebaliknya perkembangan ilmumemperkuat keberadaan filsafat.

Ilmu atau Sains merupakan komponen terbesar yang diajarkandalam semua strata pendidikan. Walaupun telah bertahun-tahunmempelajari ilmu, pengetahuan ilmiah tidak digunakan sebagaiacuan dalam kehidupan sehari-hari.

Ilmu dianggap sebagai hafalan saja, bukan sebagai pengetahuanyang mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksikan gejala alamuntuk kesejahteraan dan kenyamanan hidup. Kini ilmu telahtercerabut dari nilai luhur ilmu, yaitu untuk menyejahterakan umatmanusia. Bahkan tidak mustahil terjadi, ilmu dan teknologi menjadibencana bagi kehidupan manusia, seperti pemanasan global dandehumanisasi.